Postingan Populer

Senin, 09 November 2020

Tak Ada Kata Perpisahan Untuk Mereka Yang Mencintai dengan Hati

        "Wah, ternyata sekarang sudah naik-turun bukit tinggi, ya, Mbak?"

        Begitu kira-kira percakapanku denganmu hampir dua bulan yang lalu. tentangnya, rasa-rasanya aku belum pernah bercerita, bukan?

        Rasa menyesal dan jengkel menyeruak karea situasi yang serba terbatas seperti saat ini. Pun ditambah tidak bisa bersama sosok yang selama ini sudah dianggap sebagai guru sendiri. Setiap orang pasti pernah atau bahkan akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan ayah atau ibu tercinta. Bagaimanapun, kita semua tahu bahwa pada akhirnya Tuhanlah pemilik seluruh jiwa di dunia. Tanpa terkecuali.



        Baru kemarin aku membaca  tentang kondisi ibumu yang kau tulis dengan sangat rinci di dinding facebookmu. Tentang bagaimana merawat ibu dengan kondisi jantungyang sudah dipasang klep. Masih ditambah dengan kondisi meningkatnya kadar gula selama beberapa bulan ini.

        Di antara kita, tidak akan pernah mau jika kita kehilangan sosok yang sangat disayangdalam kondisi yang tidak diinginkan. setelah beberapa kali cek dan dirawat di rumah sakit, akhirnya hasil dari rangkaian tes yang sudah dilakukan pun keluar.

        Positiv Covid-19.

        Sebuah penyakit yang bahkan beberapa dari kita menyepelekannya. sebuah penyakit yang bahkan masih bisa menghampiri kita saat kita sudah sangat berhati-hati dan menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

        Kondisi keluargamu langsung down. Engkau juga. tapi ternyata kau tetap kuat. kondisi ibu yang semakin melemah tidak membuatmu berlarut-larut dalam kesedihan. kau bangun kembali semangatmu saat orang-orang yang tidak teredukasi mengucilkan keluargamu. Kau menulisnya dengan sangat rinci, hingga orang lainlain yang masih memiliki akal sehat mampu berfikir jernih dan tidak menyepelekan bahaya virus ini.

        Minggu lalu kabar duka itu datang. Ibumu berpulang setelah hampir sebulan berjuang melawan. Innalilahi wa innailaihi rojiun. Lhul fatihah untuk ibumu, Pak. Beliau orang baik. yakin bahwa surga telah menantinya. Ingatlah satu kalimat ini, "Jangan pernah mengatakan selamat tinggal, karena selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata. Untuk mereka yang mencintaidengan hati dan jiwa, tidak ada kata perpisahan. (Jalaludin Rumi) 

Tidak ada komentar:

Tugas Akhir Pembatik Level 4 Tahun 2023

Hei...hei...hei...Sahabat Teknologi Yogyakarta tahun 2023. Bagaimana nih, progres tugas akhir PembaTIKnya? Hari ini tenggat terakhirnya, loh...